Strategi Branding Pelaku Usaha Pariwisata di Masa Pandemi

  • Chotijah Fanaqi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Garut
  • Resty Mustika Pratiwi
  • Firmansyah Firmansyah
Keywords: Branding Strategy, Tourism, Pandemic

Abstract

Abstract- The pandemic condition has made the business world sluggish. As a sector engaged in services, tourism is also affected. This is due to the government's prohibition of opening a business that has the potential to invite large crowds due to the need for physical distancing as an effort to prevent the occurrence of covid 19 transmission. However, since the enactment of the new normal, namely the period of adaptation to new habits, the tourism sector has made improvements. As one of the areas that has good tourism potential in West Java, Garut continues to make efforts to make itself a tourist destination city that is feasible and safe to visit. Besides having sufficient tourism potential, open nature-based tourism makes Garut Regency a magnet for tourists during pandemic. This study aims to determine how the Garut regency branding strategy as a tourist destination and what are the challenges during pandemic. The researcher uses the theory of branding strategy initiated by Kotler (2009) which explains that the branding strategy has three main components, namely; brand positioning, brand personality, and brand identity. The method in this research uses qualitative methods with interview, observation, and documentation techniques in data collection efforts.

Abstrak- Kondisi pandemic menjadikan dunia usaha menjadi lesu. Sebagai sector yang bergerak di bidang jasa, pariwisata juga turut terkena imbasnya. Hal tersebut karena adanya larangan pemerintah untuk membuka usaha yang berpotensi mengundang kerumunan orang banyak karena perlunya physical distancing sebagai upaya pencegahan terjadinya penularan covid 19. Namun sejak diberlakukannya new normal, yakni masa adaptasi pada kebiasaan baru, sektor pariwisata melakukan pembenahan. Sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi wisata yang cukup baik di Jawa Barat, Garut terus melakukan upaya untuk menjadikan dirinya sebagai kota destinasi wisata yang layak dan aman untuk dikunjungi. Disamping memiliki potensi wisata yang memadai, wisata yang berbasis alam terbuka menjadikan kabupaten garut memiliki magnet tersendiri bagi para wistawan di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi branding kabupaten Garut sebagai destinasi wisata serta apa saja tantangannya di masa pandemic. Peneliti menggunakan teori strategi branding yang digagas oleh Kotler (2009) yang memaparkan bahwa strategi branding memiliki tiga komponen utama, yakni; brand positioning, brand personality, dan brand identity. Adapun metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara observasi, dan dokumentasi dalam upaya pengumpulan data.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-11-30
How to Cite
[1]
C. Fanaqi, R. Pratiwi, and F. Firmansyah, “Strategi Branding Pelaku Usaha Pariwisata di Masa Pandemi”, BIEJ, vol. 2, no. 4, pp. 263 - 273, Nov. 2020.